Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

TAPI BELUM TERGARAP MAKSIMAL Potensi SDA Solok Selatan Luar Biasa

Jumat, 27 Desember 2019 | 19:45 WIB Last Updated 2019-12-27T12:45:30Z





BERSAMA-Tony Marta Johan (paling kanan) bersama Sandiaga Uno dan petinggi Kadin dalam sebuah pertemuan. (ist)


PADANG-Potensi sumber daya alam (SDA) Solok Selatan sungguh luar biasa, mulai pertambangan, pariwisata, pertanian hingga kehutanan. Tetapi potensi besar itu belum tergarap maksimal sehingga multiplier effect  kepada masyarakat juga belum nyata.

"Dari tiga kabupaten hasil pemekaran di tahun yang sama , Dhar­masraya, Pasaman Barat dan Solok Selatan, dalam perjalanannya hingga sekarang, kondisi Solok Selatan secara umum tertinggal dari Dharmasraya dan Pasaman Barat. Ini perlu kita dalami apa faktor penyebabnya," terang tokoh masyarakat Solok Selatan kelahiran Muara Labuh, Tony Marta Johan kepada Singgalang, kemarin di Padang.

Wakil Ketua Relawan Ambasador, timses Anies-Sandi saat Pilkada DKI itu, menjelaskan Solok Selatan bukannya tidak maju, hanya majunya agak lamban ketimbang dua kabupaten lainnya (Dharmasraya dan Pasaman Barat) sehingga tertinggal. Dua kabupaten 'saudara kembar' itu berlari kencang, Solok Selatan, berjalan
.
Dia mengakui, Solok Selatan juga baru lepas dari status daerah tertinggal pada 2019 tetapi predikat itu belum cukup. Sebab yang utama itu adalah multiplier effect kepada masyarakat. Kenyataan, belum memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Salah satu ukurannya adalah masyarakat masih banyak yang miskin.

Mantan ketua OSIS SMAN Muara Labuh ini mengaku untuk berpacu membangun Solok Selatan untuk kemakmuran masyarakat Solok Selatan seutuhnya, dengan mengandalkan PAD saja, tidak cukup. Digaet dana pusat maupun provinsi, bisa juga tapi harus berbagi pula dengan provinsi lain atau kabupaten/kota lain di Sumbar.

"Tidak ada jalan lain, investor harus didatangkan untuk menggarap potensi SDA yang ada di Solok Selatan. Dan di sini, harus dipas­tikan betul bagaimana investor nyaman berinvestasi, dan umpan balik terhadap masyarakat dan pemerintah harus. Kuncinya trans­paran dan berjelas-jelas, ," ujar Ketua IKAMAS (Ikatan Masyarakat Solok Selatan) ini.

Untuk mendatangkan investor bagi pendiri dan Sekjen DPP APPIKANDO (Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Pindang Ikan Indonesia) ini, tidaklah sulit. Maklum Tony punya jaringan networking cukup luas. Aktif di Kadin pusat dan DPP REI.

Tony yang pernah menjadi Ketua tim sukses Kualisi SAKATO, Calon Gubernur Sumbar Jeffrie Geovannie Wilayah Solok Selatan 2005 ini, menjelaskan seperti sektor pariwisata, Solok Selatan punya poten­si yang luar biasa dan dipastikan bisa menjadi magnet bagi wisa­tawan untuk datang ke Solok Selatan.

"Saya yakin dengan pariwisata kita mampu membangun Solok Selatan dari pinggirnya provinsi Sumbar. Potensi banyak. Bahkan kawasan hutan lindung di Solok Selatan, dikemas baik juga bisa mendongk­rak ekonomi masyarakat. Jangan kita merasa dihambat dengan status kawasan hutan lindung, justru dengan status itu bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata handal," terangnya.

Tony mencontohkan di Sukabumi, dengan hadirnya jembatan Gantung Situgunung yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Sukabumi. Jembatan terpanjang di Indonesia itu, didatangi ribuan wisatawan. Dampaknya perekonomian masyarakat meningkat, PAD meningkat pula.

Pengurus DPP REI Bidang Komunikasi dan Informasi yang juga menekuni profesi sebagai sutradara dan produser film ini juga menyebutkan untuk menggarap potensi SDA secara maksimal itu, mesti melibatkan semua elemen masyarakat, khususnya tungku tigo sajarangan (penghulu, alim ulama dan cadiak pandai). Sebab, atas kebersamaan itu pula bisa membuat Solok Selatan bisa bergerak cepat. (***)
×
Berita Terbaru Update