Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

SAGO-Pay Bermasalah, Pelanggan PDAM Resah

Kamis, 21 November 2019 | 09:40 WIB Last Updated 2020-02-16T05:43:10Z
.

PAYAKUMBUH - Sejumlah pelanggan PDAM di wilayah Kota Payakumbuh dua bulan belakangan mengeluhkan sistem pelayanan pembayaran yang kini hanya terfokus di kantor PDAM. Kondisi tersebut membuat kantor PDAM yang terletak di Jalan M Yamin, Kelurahan Padang Tiakar, membludak.

"Sekitar dua bulan ini, kita sangat kesulitan membayar tagihan air minum karena nunggu berjam-jam di kantor PDAM. Sementara kalau terlambat bayar, kita bisa dikenai denda," kata Nur Aini, pelanggan PDAM warga Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh Timur kepada wartawan, Rabu (20/11) siang.

Menurut keterangan beberapa pelanggan PDAM, sekira delapan bulan lalu pembayaran tagihan PDAM masih bisa dilakukan melalui POS, via Bank lewat ATM maupun teller. Termasuk koperasi, minimarket serta penyedia jasa lainnya.

"Tapi belakangan, PDAM Payakumbuh membuat kebijakan yang mengharuskan seluruh pelanggan melakukan pembayaran memakai program bernama SAGO-Pay," tutur Yanuar, seorang pelanggan PDAM yang juga warga Kecamatan Payakumbuh Utara.

Ketika program SAGO-Pay diterapkan, pembayaran PDAM Payakumbuh tidak bisa lagi melalui Pos maupun bank. Akan tetapi pembayaran tagihan dapat melalui koperasi, mini market, dan penyedia jasa lain yang sudah bekerja sama dengan SAGO-Pay.

Terobosan ini sebenarnya dinilai bagus, membuat peluang usaha bagi penyedia jasa level kecil seperti koperasi dan mini market. Program pembayaran secara mandiri yang dibuat PDAM Payakumbuh, disebutkan, baru dimiliki oleh Payakumbuh saja di Provinsi Sumatera Barat.

Hanya saja, program SAGO- Pay dua bulan belakangan mengalami masalah, sehingga pembayaran PDAM hanya bisa dilakukan di kantor PDAM Kota Payakumbuh. Bayangkan saja, setiap KK pengguna jasa PDAM harus rela antre di satu tempat guna membayar tagihan.
Pantauan wartawan di kantor PDAM, ratusan pelanggan berdesakan membayar tagihan, bahkan ada yang harus menghabiskan waktu lebih satu hari. Tidak sedikit masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut.

Waktu yang seharusnya bisa dilakukan bekerja harus tersita. Apalagi bagi masyarakat kurang mampu atau buruh yang digaji harian. "Kita berharap pemerintah dan pihak PDAM segera mencari solusi permasalahan ini, agar masyarakat tidak terbebani," harap sejumlah pelanggan PDAM.

Menanggapi keluhan itu, Kabag Administrasi dan Keuangan PDAM Kota Payakumbuh, Desmita Chan, mengakui memang ada kesalahan dalam sistem pelayanan pembayaran tagihan air minum. Kejadian itu sudah terjadi satu setengah dua bulan lalu, akibat adanya kerusakan sistem SAGO-Pay.

"Memang sejak dua minggu ini aplikasi kami mengalami masalah sistem jaringan, dan kami sudah mengarahkan kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran ke Bank Nagari," sebut Desmita diamini Kasubag Pem-Meter, Syafrizal, ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya.

Pihaknya menyebut, PDAM Payakumbuh sedang berusaha melakukan perbaikan sistim SAGO-Pay agar bisa mempermudah kembali pelanggan melakukan pembayaran.
"Kita usahakan secepatnya, kalau bisa Desember 2019 ini dapat dilayani kembali. Sebab, kita komitmen mengutamakan pelayanan bagi seluruh masyarakat pelanggan PDAM," imbuh Desmita Chan. (aris)
×
Berita Terbaru Update