Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mantan-mantan Pejabat Kota Padangpanjang itu Penuh Canda-tawa

Minggu, 24 November 2019 | 16:44 WIB Last Updated 2019-11-24T09:44:21Z



Suasana kebersamaan anggota Palito Tuo Oke.(musriadi musanif)

PADANGPANJANG—Usia mereka sudah tua. Rata-rata berumur di atas 60 tahun. Dahulu, mereka adalah pejabat di Padang Panjang, terbanyak di lingkungan pemko. Macam-macam jabatannya. Ada walikota dan sekda, ada juga kepala dinas dan pegawai negeri biasa.

Atas inisiatif Palito Tuo Oke, sebuah organisasi kekerabatan beranggotakan pensiunan PNS yang pernah bertugas di Kota Padang Panjang, sekitar 200-an orang-orang berusia lanjut itu berkumpul di Minang Fantasi (Mifan) Silaiang Bawah. Walikota Fadly Amran dan Wakil Walikota Asrul juga turut berbaur dalam suasana penuh canda-tawa tersebut.

Mantan Ketua Bappeda Basril Taher datang dengan kondisi haru, dan senantiasa berada di atas kursi roda. Mantan Sekda Harzi Zein sudah menggunakan tongkat yang tak lagi lepas dari tangan.

Ada 200-an pensiunan yang hadir pada kesempatan itu. Darmawan Alif, Yohanes Dahlan, Febri Erizon, Busra, Syafruddin Djas, Djufri Yunied, Erizal, dan sederetan nama pamong senior lainnya turut bergabung.

Mantan Walikota HM Acjharli A. Djalil yang semula berniat hadir, batal karena adanya keperluan mendesak. Sedangkan Mantan Walikota Yohanis Tamin tak bisa hadir, karena sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Padang.

“Suasana penuh akrab, diselingi canda tawa, terlihat begitu kentara. Mereka asik bernostalgia dan mencurahkan pengalaman. Apa saja yang teringat ketika masih bertugas di kota sejuk berjulul Serambi Mekah ini mereka ungkapkan,” ujar Humas Palito Tuo Oke, Ananda Utama, di ajang perajut tali persaudaraan tersebut.

Mewakili rekan-rekan pensiunan, Mantan Sekdako Darmawan Alif tampil ke panggung. Dia bercerita banyak tentang suasana kerja pada masa mereka masih aktif menunaikan tugas negara. Darmawan sendiri, menjadi pejabat dengan berbagai nama jabatan di Padang Panjang dalam tiga periode walikota, yakni Asril Saman, Muzahar Mukhtar, dan Achjarli.

“Banyak hal yang tak terlupakan, terutama terkait dengan usaha menggerakkan masyarakat dalam kegiatan Manunggal Sakato, penanganan musibah galodo Bukit Tui, dan mempopulerkan julukan Padang Panjang sebagai kota indah bukit berbunga,” terangnya.

Darmawan menyatakan, pihaknya sulit melupakan kejayaan yang pernah diraih Padang Panjang masa lalu. Masyarakat, tegasnya, sangat mencintai kota mereka yang ditandai dengan tingginya tingkat partisipasi dalam pembangunan, cinta kemajuan, dan menjadikan bukit berbunga sebagai simbol keindahan.

Program tahunan Palito Tuo Oke itu mendapat pujian dari Walikota Fadli dan Wawako Asrul. Keduanya berharap, para pensiunan ASN/PNS di Kota Padang Panjang itu dapat terus menjalin kebersamaan dan mempertahankan tali silaturahim yang sudah terjalin dengan baik.

“Mari terus kita pertahankan kebersamaan ini. Kami butuh dukungan dalam rangka membangun Padang Panjang tetap jadi kota pendidikan, kota cerdas, masyarakat yang aman sejahtera dan merangkul semua komponen masyarakat untuk mencapai kemajuan bersama,” kata walikota.

Ketua Palito Tuo Oke Syamsurizal menyatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi yang sudah ditetapkan, serta berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap organisasi yang dia pimpin itu.(Musriadi Musanif)

×
Berita Terbaru Update