Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Minang di Wamena Mulai Tinggalkan Papua

Selasa, 01 Oktober 2019 | 06:27 WIB Last Updated 2019-10-01T12:27:53Z
Mayor Inf Jhoni Nofriady sedang memantau proses pemberangkatan warga Minang menuju Padang dengan kapal KM Cermai

Papua, fajarharapan.com - Sebanyak 130 pengungsi korban kerusuhan Wamena, Papua asal Sumatera Barat  mulai meninggalkan Papua. Mereka berangkat dengan KM Cermai dari Pelabuhan Jayapura sekitar pukul 13.00 WIT atau sekira pukul 11.00 WIB, Selasa (1/10/2019).

Kasi Ops Korem 172/Praja Wira Yakhthi, Mayor Inf. Jhoni Nofriady yang langsung memandu proses pemberangkatan para pengungsi mengatakan, itu adalah gelombang pertama pengungsi yang meninggalkan tanah Papua untuk bertolak ke kampung halaman.

“Mereka semua asal Sumatra Barat. KM Cermei akan sampai di Tanjung Priok, Jakarta sekitar tujuh hari ke depan atau 8 Oktober 2019,” terang mantan Kepala Penerangan Divisi I Kostrad tersebut.
 
Sesampai di Jakarta mereka akan melanjutkan perjalanan ke kampung halaman menggunakan bus.

“Kami sudah koordinasi dengan IKM (Ikatan Keluarga Minang-Red) di Jakarta untuk membantu pemulangan saudara-saudara kita ini dengan bus hingga sampai di kampung halaman masing-masing,” sebut pria asal Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat itu.
Pemulangan segera para pengungsi ini diakuinya agar tidak terjadi penumpukan yang luar biasa di lokasi pengungsian di Sentani, Jayapura. Apalagi, masih akan banyak gelombang pengungsi dari Wamena ke Jayapura.

“Pengungsi orang Minang di Jayapura sudah mencapai 500 jiwa, sedangkan yang akan datang dari Wamena masih banyak lagi,” katanya.

Untuk itu, maka gelombang pertama pun segera diberangkatkan. Walau demikian, yang berangkat dengan kapal laut ini adalah para pria yang tangguh dan perempuan yang secara kesehatan bisa menempuh perjalanan lama dengan kapal laut.

“Jadi memang kita seleksi dulu, sebelum memberangkatkan mereka dengan kapal mengingat perjalanannya cukup lama,” paparnya.

Harapannnya, para pengungsi sampai dengan selamat di kampung halaman masing-masing.

Selama di perjalanan, konsumsi mereka sudah disiapkan. “Persediaan kami sekarang memang mulai menipis. Tapi alhamdullilah, kemarin waktu Wakil Gubernur Sumbar, Bapak Nasrul Abit ke sini, beliau juga memberikan bantuan. Kemudian, kami juga dibantu warga Papua dan dari pihak gereja,” terangnya.  (yura)
×
Berita Terbaru Update