Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Korong Batang Piaman, Keluhkan Bidan Desa Sering Tak Berada di Tempat

Selasa, 01 Oktober 2019 | 18:33 WIB Last Updated 2019-10-01T12:34:31Z

Padang Pariaman, Fajarharapan.com - Warga Korong Batang Piaman, Nagari Gunung Padang Alai mengeluhkan jarangnya bidan desa di lokasi tugas. Baik jam kerja apalagi malam hari tidak pernah menetap di rumah dinas yang telah disediakan di Pukesmas Pembantu (Pustu) sebagai perpanjangan tangan dari pukesmas induk.

Kepala Pukesmas Padang Alai, Siskawati saat dikonfirmasi fajarsumbar.com membenarkan bahwa ada laporan dari masyarakat beberapa anggotanya yakni bidan desa lebih dari satu korong yang jarang menetap di lokasi tugas.

Sesuai fungsinya masing-masing sebagai pembantu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, namun kenyataan di lapangan tidak ditemukan malah bidan desa sering meninggalkan rumah dinas. 

"Untuk bidan desa yang sering mangkir dan meninggalkan lokasi tugas, sudah kami proses dengan melakukan pemanggilan  terhadap yang bersangkutan dan telah diberi teguran agar bisa merubah prilaku tidak baik sebagai abdi negara," terangnya

Menurut laporan dari warga sebenarnya hal ini sudah sering dilakukan oleh yang bersangkutan. Namun,  masyarakat masih mempertimbangkan karena masih memiliki rasa yang tidak enak. Tapi, kenyataanya perilaku meninggalkan lokasi tugas sudah di atas kewajaran yang dilaku.

Salah satu tokoh masyarakat Korong Batang Piaman Bustamar melalui via telepon juga mengungkapkan hal yang sama kepada fajarsumbar.com,  dirinya saat itu kurang sehat dan berkeinginan untuk periksa kesehatan di pukesmas pembantu (pustu).

Namun, keinginan untuk berobat tidak kesampain karena bidan desa tidak ada di lokasi tugas dan rumah dinasnya tertutup rapi.

"Jika seperti ini terus terulang kembali, lebih baik bidan desa di kampung diganti saja atau tidak ada sama sekali. Percuma ada rumah dinasnya,  tapi penghunyi tidak ada. Hal ini tentu membuat warga sangat kecewa," tegas Politisi Demokrat ini dengan nada berapi-api. 
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Yutiardy Rivai  saat dikonfirmasi melalui via telepon. Selasa (1/19) kepada fajarsumbar.com menyampaikan terhadap bidan desa yang sering meninggalkan lokasi tugas akan dilakukan peringatan keras secara tertulis kepada yang bersangkutan. 

Peringatan dilkukan secara bertahap,  jika masih membandel sanksi yang lebih tegas akan diberikan kepada bidan desa yang membangkang. 

" Sesuai tupoksi bidan desa itu wajib menetap dilokasi baik siang maupun malam sesuai yang telah ditetapkan, Agar bisa lebih leluasa memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis" Ungkapnya

Terpisah salah bidan desa yang tidak ingin dipublikasikan namanya kepada fajarsumbar.com mengakui, dirinya sering meninggalkan lokas tugas dalam beberapa bulan ini karena anaknya menderita sakit asma dan tidak bisa menetap di daerah yang suhunya cukup dingin di malam hari.

"Jika suhu terlalu dingin,  asma anak saya (anak ke-2)  kumat dan itu membuat dirinya jarang dilokasi tugas pada malam hari," imbuhnya

Ia menuturkan ada melakukan pelayanan medis kepada masyarakat,  jika ada laporan dari warga terutama yang melahirkan. Namun,  untuk stand by di lokasi setiap hari pasar saat ini dirinya merasa keberatan karena penyakit anak yang tidak bisa bermungkim di tempat dingin.(Heri)  
×
Berita Terbaru Update