Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ular Patuk Suami Istri Hingga Tewas di Cianjur

Kamis, 17 Oktober 2019 | 16:17 WIB Last Updated 2019-10-17T10:20:10Z



Ular welang (Bungarus fasciatus)



CIANJUR-Suami-istri, Maksum (40) dan Nuryani (38), tewas setelah dipatuk ular jenis welang yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah mereka. Insiden tersebut berbeda waktu. Nyawa Maksum tak tertolong akibat patukan ular tersebut pada 2018, sedangkan Nuryani meninggal usai dipatuk ular berbeda tapi sejenis pada Sabtu (12/10/2019). Empat anaknya kini tinggal di rumah tetangga.

Warga menduga, ular berkulit belang hitam dan putih, yang dikenal dengan sebutan ular welang, itu masuk lewat lubang lantai rumah. "Lantai plesteran rumah mereka itu memang banyak lubang, diduga ular itu masuk lewat tempat itu," kata Asbim (38), tokoh pemuda Kampung Pasir Kampung, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

Menurut Asbim, ular-ular itu diduga ada habitatnya di area tebing yang tidak jauh dari pemukiman padat di kampung tersebut. "Kalau keterangan warga di sini, ular itu ada dua ekor. Satu sudah mati dibunuh warga. Tersisa satu ekor lagi," ucapnya seperti dikutip dari detik.com.

Senada diungkap Abah Onih, warga yang kini mengurus empat anak Maksum dan Nuryani. Ia mengaku was-was ular itu akan kembali meneror warga kampung. "Kami khawatir takut ular itu datang lagi, apalagi sudah masuk musim hujan seperti sekarang. Kalau ular yang belum ketangkap panjangnya sekitar dua meteran, di sini disebutnya ular welang," ucap Abah Onih.

Abah Onih menjadi saksi ganasnya ular jenis itu yang menewaskan suami-istri tersebut. "Bengkak-bengkak, penglihatan juga jadi buram. Kondisi ini dialami almarhum Maksum dan istrinya Nuryani, dikasih obat juga cuma sampai leher keluar lagi," ujarnya.

Kondisi rumah Maksum dan Nuryani masih berupa dinding tembok tanpa plesteran, hanya lantai yang diplester tanpa keramik. Rumah berukuran lebar 3,5 meter dan panjang 4,5 meter itu kini terlihat berantakan tanpa atap. Warga dan karang taruna desa berniat untuk membedah rumah tersebut.

Ular yang juga mirip bentuknya dengan ular welang, sebelumnya juga menewaskan seorang satpam, Selasa (20/8/2019). Namanya, Iskandar, seorang satpam di Cluster Michella, Kelapa Gading Serpong, Tangerang, tewas usai digigit ular berbisa, yang ternyata adalah ular jenis weling. Ular weling ini termasuk ular dengan jenis bisa paling mematikan di dunia.

Sebelumnya, diketahui Iskandar diminta warga setempat untuk menangkap ular weling. Iskandar berhasil menangkap ular itu dengan tangan kosong. Namun tiba-tiba ular itu menggigit Iskandar di bagian jari telunjuk kiri. Dia kemudian mencoba mengeluarkan racun bisa dengan mengisap darah di bagian telunjuknya.

Iskandar merasakan lemas setelah setengah jam kemudian. Warga sempat membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Iskandar dinyatakan meninggal pada Rabu (21/8) sekitar pukul 05.30 WIB. Keluarga memakamkan Iskandar pada hari itu juga, sedangkan kasus ini dilaporkan ke polisi pada Kamis (22/8) kemarin.

Sebelum diketahui jenisnya secara pasti, banyak masyarakat yang kebingungan apakah ular tersebut weling (Bungarus candidus) atau welang (Bungarus fasciatus).


Ular weling sendiri diketahui berbeda dengan ular welang, meskipun masih satu familia. Ular welang diketahui memilki nama latin Bungarus fasciatus. Peringkat bisanya, ada satu tingkat di bawah ular weling.

Ular weling masih satu famili dengan keluarga kobra hingga ular laut, yakni famili Elapidae. Weling sering dikacaukan dengan welang karena penampilannya hampir mirip, namun ada bedanya. Weling meskipun bagian atas tubuhnya belang-belang namun perutnya putih, sedangkan welang berperut belang-belang seperti bagian atas tubuhnya.

Selain itu, ular weling merupakan jenis ular yang tidak agresif. Hal ini karena ular ini punya tingkat kepercayaan tinggi dengan dosis mematikan bisanya. Ular ini adalah jenis nokturnal dan biasanya hidup di habitat yang berair. Ular weling juga kerap memangsa ular lain sebagai makanannya. Ia juga mudah terusik jika tubuhnya dipegang secara langsung.

Situs berita online Kompas.com mengutip pernyataan peneliti reptil dan amfibi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy.

Perbedaan Ular Weling dan Ular Welang
Amir memaparkan, ada tiga perbedaan ular weling dengan ular welang. Nah, kamu mesti memahaminya.

Pertama, pola belang yang berbeda. Perbedaan yang mencolok dari kedua ular ini adalah pola gelangnya yang berbeda. Kedua ulang ini memang memiliki belang, tetapi welang mempunyai pola yang lebih konsisten dan jelas dibandingkan weling.

Ular welang mempunyai pola belang dengan kombinasi warna hitam-putih atau hitam-kuning. Pola ulang welang ini sampai ke perutnya. Sementara ulang weling memiliki pola hitam-putih pada area punggung dan perutnya berwarna putih.

Kedua, tanda V terbalik. Ular welang memiliki tanda V terbalik pada bagian kepala, sementara ular weling tidak mempunyai.

Ketiga, bentuk ujung ekor. Mungkin kamu masih bingung dan tidak dapat melihat perut ular. Nah, perbedaan yang paling terlihat adalah bentuk ekor. Ular welang mempunyai ujung ekor yang tumpul, sementara ular weling memiliki ekor yang lancip.

Kedua ular ini sama-sama berbahaya, namun ular welang memang jarang ditemui. Ular welang sering berada di area hutan, sementara ulang weling dapat ditemukan di sawah atau kawasan permukiman penduduk.

Ular welang dan ular weling merupakan binatang nokturnal alias hanya beraktivitas pada malam hari. Kedua ular ini jarang terlihat pada siang hari.

Jika kamu bertemu ular weling atau ular welang, sebaiknya kamu tidak mendekati atau bahkan mengganggu lantaran ular ini berbisa. Amir memberikan saran, ular berbisa tidak takut dengan manusia.

Warna ular welang dan ular weling yang mencolok menandakan, ular tersebut memang berbisa. 


Anda disarankan untuk tidak mendekati, mengganggu, atau bahkan memegang. Biarkan saja ular tersebut atau menggunakan tongkat jika ingin mengusir atau lebih baik memanggil pawang ular. Jika pawang ular belum datang dan kamu harus mengamankannya, gunakan tongkat yang panjang. (*)

×
Berita Terbaru Update