Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polisi Sebut Penyerangan Menko Polhukam Wiranto Spontan

Jumat, 11 Oktober 2019 | 15:16 WIB Last Updated 2019-10-11T08:16:34Z
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

Jakarta, fajarsumbar.com - Polisi menyebut Syahril Alamsyah alias Abu Rara menyerang Menko Polhukam Wiranto secara spontan. Wiranto ditusuk ke arah perutnya dengan senjata jenis kunai.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebutkan awalnya Abu Rara memberitahu istrinya, Fitria, untuk melakukan perbuatan yang disebutnya amaliah tersebut. Abu Rara disebut sebelumnya sebagai pengikut JAD.

"Kita harus persiapan, kita harus melakukan amaliah," kata Dedi mengulang pernyataan Abu Rara pada penyidik, Jumat (11/10/2019).

Kebetulan pada hari itu, Kamis (10/10), Wiranto menuju ke Pandeglang, Banten menggunakan helikopter. Dedi menyebut Abu Rara mengistilahkan helikopter sebagai kapal.

"Dia (Abu Rara) juga menyampaikan kepada penyidik, 'Ada kapal'. Helikopter itu kapal. 'Nggak tahu itu siapa tapi itu sasaran kita'. Langsung secara spontan menuju ke alun-alun," kata Dedi dikutip detikcom.

Abu Rara, lanjut Dedi, mengatakan pada istrinya akan menyerang orang yang turun dari helikopter yaitu Wiranto. Sedangkan, istri Abu Rara disebut Dedi diperintah untuk menyerang anggota kepolisian yang terdekat dari posisinya berdiri.

"Secara mendadak langsung melakukan serangan. Dia (Abu Rara) nyerang ke Pak Wiranto dan istrinya menyerang Pak Kapolsek," ucap Dedi.

Peristiwa penusukan itu terjadi pada Kamis, 10 Oktober kemarin di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten. Wiranto saat itu diundang oleh Pengurus Besar (PB) Matla'ul Anwar untuk meresmikan penggunaan gedung empat lantai di Universitas Matla'ul Anwar (Unma). Wiranto diundang karena berposisi sebagai Ketua Dewan Penasihat PB Matla'ul Anwar.(*)
×
Berita Terbaru Update