Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pipa Pertamina Meledak, Dua Orang Meninggal

Selasa, 22 Oktober 2019 | 21:26 WIB Last Updated 2019-10-22T14:26:20Z
.

JAKARTA - Kobocoran pipa BBM milik Pertamina terjadi di Jalan Mancong RT 01/02 Kelurahan Melong Kecamatan Selatan, Kota Cimahi Jawa Barat, Selasa (22/10). Dari informasi yang dihimpun di lapangan, diduga kebocoran terjadi di kawasan pengerjaan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dengan titik pemasangan paku bumi.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menduga ledakan terjadi akibat benturan keras saat pengerjaan kereta cepat. 

“Ini sedang melaksanakan (proyek) kereta cepat, diduga ada petugas yang sedang menancapkan benda keras terkena pipa gas Pertamina,” ujar Rudy.

Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian. “Juga kemungkinan korban operator alat berat tersebut, kita akan teliti setelah api padam,” ujarnya dikutip VIVAnews.

“Kejadiannya 14:00 WIB sekarang sedang ditangani menunggu dari Pertamina khusus memadamkan api yang berasal dari pipa Pertamina,” tambahnya.

Sementara itu, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami menjelaskan, kebakaran terjadi tepat berada pada wilayah jalur distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Terminal Ujung Berung.

“Kejadian tersebut terjadi pada pipa yang tengah menyalurkan BBM jenis Pertamina Dex dari Terminal Ujung Berung Ke Padalarang, tepatnya di pinggir jalan tol Padalarang - Buah Batu KM 130,” ujar Sri.

Untuk meminimalisir potensi membahayakan, untuk sementara Pertamina memberhentikan distribusi BBM tersebut hingga penanganan kebakaran tuntas. “Pertamina saat ini fokus pada pemadaman dan berkoordinasi dengan dinas pemadam kebakaran setempat,” katanya. 

“PT KCIC menyampaikan bahwa insiden terjadi pada Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk konstruksi elevated yang dikerjakan oleh kontraktor KCJB,” ungkap Manajer PR dan CSR PT PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Deni Yusdiana, melalui keterangan resminya, Selasa (22/10).

Deni mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi mengenai penyebab kebakaran tersebut. Dalam investigasi ini, KCIC bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). 

“Hingga pernyataan ini disampaikan, masih dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab kejadian oleh pihak yang berwenang bekerja sama dengan PT Pertamina selaku pemilik aset,” terang Deni.

Saat berita ini diturunkan, PT Pertamina (Persero) menyatakan kebakaran tersebut telah padam. Pemadaman dilakukan oleh tim di lapangan menggunakan busa (foam).

“Kami menyatakan turut prihatin atas kejadian ini dan tim kami sedang melakukan penanggulangan. Dan alhamdulilah, barusan sudah disampaikan tim di lapangan bahwa api telah padam,” kata VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman di kantornya, kemarin.

Fajriyah mengatakan, pemadaman terjadi sekitar pukul 17.20 WIB. “Proses pemadaman menggunakan foam, pukul 17.20 api telah padam,” ujarnya dikutip detikFinance.

Lanjutnya, pipa yang terbakar merupakan pipa yang menyalurkan BBM dari Terminal Ujung Berung ke Padalarang. Pipa itu menyalurkan sebagian besar BBM jenis Pertamina Dex. 

“Bahwa pipa yang terbakar pipa yang menyalurkan sebagian besar Pertamina Dex dari Ujung Berung ke Padalarang,” ujarnya.

Sejak kebakaran, Pertamina sudah menutup aliran pada pipa. Sehingga, yang terbakar sisa-sisa BBM. 

“Kami langsung penutupan sehingga aliran BBM tidak lagi keluar sehingga yang terbakar sisa-sisa BBM  dari kebocoran. Berhasil ditanggulangi menggunakan foam,” tutupnya. (*)
×
Berita Terbaru Update