Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jelang Pelantikan Presiden, Glodok Dijaga Ketat Aparat

Kamis, 17 Oktober 2019 | 10:03 WIB Last Updated 2019-10-17T03:03:53Z
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjajanto

Jakarta - TNI-Polri meningkatkan pengamanan menjelang pelantikan presiden-wakil presiden. Pusat pertokoan Glodok dijaga ketat. Begitu pula Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah titik lainnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjajanto mengungkapkan sejumlah titik konsentrasi pengamanan selama pelantikan presiden dan wakil presiden. 30 Ribu personel gabungan TNI-Polri disebar di titik-titik pengamanan tersebut.

"Wilayah-wilayah lain yang menjadi konsentrasi kita untuk pengamanan di antaranya adalah tempat-tempat ekonomi contohnya Glodok, Jembatan 3 dan lain sebagainya, termasuk yang harus kita pertebal adalah wilayah-wilayah Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdana Kusuma," kata Marsekal Hadi, usai apel gelar pasukan, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

Seperti diwartakan detik.com, Hadi juga menyebut objek-objek vital seperti PLN, Gandul, tempat-tempat logistik, Pertamina dan tempat yang lain yang dianggap perlu untuk diamankan juga dijaga.

"Apa yang kita lihat pagi hari ini sebanyak 30 ribu pasukan prajurit TNI dan Polri siap untuk melaksanakan tugas pengamanan. Pengamanan dilakukan mulai hari ini. Pengamanan di kompleks DPR sendiri dibagi hingga 3 ring" jelasnya.

Pengamanan mulai dilaksanakan hari ini pasukan ke wilayah-wilayah sesuai dengan tanggung jawabnya. Pasukan yang dilibatkan 30 ribu dengan susunan tugas, Ring I dilaksanakan dan di bawah tanggung jawab Paspampres, Ring II di bawah tanggung jawab TNI, dan Ring III adalah di bawah tanggung jawab gabungan antara TNI-Polri dan unsur lainnya.

Selain titik-titik konsentrasi pengamanan, Hadi mengungkapkan objek-objek pengamanan mulai dari presiden hingga tamu negara. Gedung DPR juga tidak luput dari objek pengamanan.


"Sedangkan objek yang akan kita amankan diantaranya adalah personil, presiden, wakil presiden dan keluarganya, tamu-tamu dari luar negeri, kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus, mulai dari saat kedatangan, diperjalanan sampai dengan tempat hotel maupun wisma. Selanjutnya pengamanan berikutnya adalah dari wisma sampai ke gedung DPR MPR semua menjadi tanggung jawab," terang Hadi.

Hadi mengatakan salah satu titik kritis adalah Istana Presiden. Aparat juga akan mengamankan tamu-tamu VIP yang akan menghadiri pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

Berikutnya adalah pengamanan terhadap sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh Presiden-Wakil Presiden, termasuk tamu negara. Beberapa tempat yang menjadi konsentrasi diantaranya adalah gedung DPR MPR itu sendiri dengan meter yang sudah ditentukan. "Ada beberapa titik kritis yang harus kita perkuat, termasuk adalah Istana Presiden," imbuh Hadi. (*)
×
Berita Terbaru Update