Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bukittinggi Sediakan Dana Rp13,3 Miliar untuk Pilkada Serentak 2020

Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:06 WIB Last Updated 2019-10-02T12:07:27Z

Bukittinggi, fajarharapan.com Naskah perjanjian hibah daerah  (NPHD)  untuk pemilihan kepala daerah serentak pada  2020 di Kota Bukittinggi akhirnya disetujui sebesar Rp13,3 miliar lebih. 

Persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) oleh Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias sebagai pemberi hibah dan Ketua KPU Bukittinggi Beni Aziz sebagai penerima hibah di hall utama balai kota Bukittinggi,  Salasa (1/10).

Dalam penandatanganan NPHD itu disaksikan langsung oleh anggota Komisioner KPU Bukittinggi dan sejumlah pejabat dilingkungan pemko Bukittinggi. 

Koordinator divisi SP3 SDM KPU Bukittinggi,  Heldo Aura membenarkan bahwa anggaran yang disetujui oleh Pemko Bukittinggi untuk pemilihan serentak 2020 di Bukittinggi sebesar Rp13,3 miliar.

"Jumlah itu berkurang dari yang diusulkan KPU Bukittinggi sebesar lebih kurang Rp 18 miliar.,"ujarnya. 

Sebab sebelumnya KPU Bukittinggi mengajukan anggaran hibah untuk pemilihan serentak 2020 di Bukittinggi itu lebih kurang Rp 18 miliar,  namun pemko Bukittinggi meminta untuk dirasionalisasi karena keterbatasan viskal Bukittinggi. 

"Setelah kita lakukan rasionalisasi maka diperolehlah angka Rp 13 miliar lebih dan itu disetujui oleh pemko Bukittinggi, "Ujarnya. 
Menurut Helda, besarnya anggaran yang diajukan oleh KPU untuk kegiatan pemilihan serentak 2020 itu, selain untuk kegiatan tahapan juga dipengaruhi oleh kenaikan honor  bagi pegawai Ad hoc,  seperti PPK,  PPS dan KPPS. 

Sebab sesui surat resmi edaran kementrian keuangan,  honor untuk pegawai Ad Hoc KPU itu naik cukup siknifikan,  seperti untuk honor PPK yang sebelumnya dianggarkan Rp 1.850.000 ketua dan Rp 1600.000 untuk anggota perbulan kini naik menjadi Rp 2,850.000 untuk ketua dan 2600000 untuk anggota perbulan. 

Kemudian honor PPS dari 900.000 untuk ketua dan 850.000 untuk anggota naik menjadi Rp 1,6 juta untuk ketua dan Rp 1,55 juta untuk anggota perorang. Termasuk kenaikan untuk honor KPPS.

Sementara ketua KPU Bukittinggi Beni Azis sangat bersukur sudah ditanda tanganinya NPHD untuk kegiatan pemilihan serentak 2020 di Kota Bukittinggi,  karena dengan di tanda tanganinya NPHD itu, KPU Bukittinggi tidak terkendala lagi dengan anggaran dalam melaksanakan tahapan pemilu serentak itu.

"Dengan ditanda tanganinya NPHD itu semua tahapan pemilihan serentak itu tidak akan terkendala lagi dengan anggaran, "ujarnya. (gd)
×
Berita Terbaru Update