Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bukan Cuma Jakarta, Ini Sederet Kota yang Terancam Tenggelam

Kamis, 17 Oktober 2019 | 05:00 WIB Last Updated 2019-10-17T00:34:44Z
Foto: Agung Pambudhy

Jakarta, Fajarharapan.com - Ibu kota negara, DKI Jakarta tengah menghadapi masalah serius. Kota metropolitan ini terancam tenggelam. Namun, Jakarta bukan satu-satunya kota yang menghadapi ancaman ini.

Sejumlah kota di berbagai negara juga mengalami ancaman serupa. Ada yang memang karena kondisi geografinya, ada terjadi karena kesalahan manusia yang menghuninya.


NEW ORLEANS

Hingga tahun 1930-an, hanya sepertiga wilayah New Orleans berada di bawah permukaan laut. Namun, luas kawasan itu bertambah setelah Badai Katrina melanda pada 2005. Setdaknya setengah wilayah New Orleans saat ini sudah berada di bawah permukaan laut. Kota ini memang rentan tenggelam lantaran berdiridi atas tanah yang gembur dan sangat dekat dengan pantai. Kombinasi dua aspek itu membuat permukaan tanah New Orleans turun 1 cm per tahun.


BEIJING

Studi pada tahun 2016 menunjukkan bahwa tanah di Beijing turun sampai 10 centimeter per tahun di beberapa area. Penyebabnya ternyata sama dengan Jakarta dan Houston, yaitu menipisnya air tanah karena terlalu banyak digunakan.

Ibu kota negara China rupanya amat bergantung pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan penduduknya karena tidak banyak sumber air permukaan di sana. Tanahnya menjadi kurang stabil dan mengalami penurunan.


LAGOS

Lagos adalah ibukota Nigeria yang terletak di tepi pantai dan merupakan kota terpadat di Afrika. Kondisi geografinya menyebabkan Lagos rentan terkena banjir dan garis pantainya terimbas erosi. Belum lagi naiknya level air laut membuat kota ini makin rentan tenggelam.


NIGERIA

Sebuah studi pada tahun 2012 menyebutkan bahwa karena garis pantai di Nigeria begitu rendah, seandainya level air laut meningkat sekitar 1 sampai 3 meter saja akan mengakibatkan dampak buruk bagi populasi di sana. Level air laut naik terkait dengan pemanasan global.


HOUSTON

Houston di Amerika Serikat sudah selama beberapa dekade mengalami penurunan tanah. Sama seperti di Jakarta, penyebab utamanya adalah pengambilan air tanah yang berlebihan. Wilayah bernama Harris County menurut data US Geological Survey, sudah turun 3 meter sejak tahun 1920-an.

Per tahun, area Houston terus turun sampai 5 cm per tahun. Sejak tahun 1975, otoritas sebenarnya sudah mencoba meregulasi penggunaan air tanah di Houston. Namun masalah itu belum juga terselesaikan karena kebutuhan air yang tinggi.

JAKARTA

Hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari semula, khususnya di Jakarta Utara, akumulasi puluhan hingga ratusan tahun. Meski begitu, dari 2013 hingga 2018 penurunan permukaan tanah menunjukkan perbaikan. Dari 40 meter, di 2018 jadi 35 meter.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, penurunan ermukaan tanah di wilayah Jakarta Utara bisa mencapai 12 cm per tahun. Ia menilai catatan itu mencemaskan. "Coba kalau 10 cm per tahun saja, itu 10 tahun sudah 1 meter. Kalau 50 ahun sudah 5 meter. Jadi ini persoalan yang menurut saya jadi persoalan bersama," ujarnya. Demikian dilansir detikcom.(*)

×
Berita Terbaru Update