Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Angkasa Pura II Resmi Kelola Dua Bandara Pemerintah

Senin, 14 Oktober 2019 | 08:57 WIB Last Updated 2019-10-14T01:57:15Z
Perjanjian kerjasama Ditjen Perhubungan Udara, Kemenhub dengan PT Angkasa Pura II (Persero). (ist)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mengelola dua bandara milik pemerintah, setelah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi memberi mandat pengelolaan Bandara HAS Hanandjoeddin (Belitung) dan Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu) ke Angkasa Pura II.

Mandat tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara (BMN) Pada Bandar Udara Kelas I HAS Hanandjoeddin dan Fatmawati Soekarno yang ditandatangani Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti dan President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin di Jakarta, Minggu (13/10).

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan Angkasa Pura II sekarang mengelola 19 bandara.

"Hari ini merupakan bagian dari sejarah bagi Angkasa Pura II karena portofolio pengelolaan bandara kami bertambah menjadi 19 bandara setelah mendapat tambahan 3 bandara melalui skema KSP barang milik negara pada tahun ini," terangnya.

Tak hanya pengelolaan bandara yang dilakukan pada tiga bandara tambahan itu, tetapi juga optimalisasi serta pengembangan fasilitas sehingga bandara-bandara itu dapat berkontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian dan pariwisata setempat.

Sejalan dengan KSP barang milik negara yang disepakati, Angkasa Pura II akan menerima pendapatan aeronautika, pendapatan nonaeronautika dan pendapatan kargo dari pengelolaan bandara. Selanjutnya, Angkasa Pura II melakukan pembayaran atas kontribusi tetap dan pembagian keuntungan kepada Ditjen Perhubungan Kemenhub.

"Angkasa Pura II juga akan menyerahkan hasil pengembangan, pembangunan dan penambahan fasilitas di bandara-bandara dimaksud kepada Ditjen Perhubungan Udara ketika perjanjian berakhir," terangnya kepada detikcom.

Muhammad Awaluddin mengungkapkan di Bandara HAS Hanandjoeddin, Angkasa Pura II akan membangun terminal baru dan perluasan terminal eksisting untuk mengakomodir maksimal enam juta penumpang hingga 30 tahun mendatang.

Sebab, terminal yang ada saat ini sudah tidak memadai karena hanya mampu melayani 300 ribu penumpang, sementara jumlah penumpang yang datang dan pergi dari Bandara HAS Hanandjoeddin sudah menembus satu juta orang per tahun.

"Kami siapkan Rp559,9 miliar untuk HAS Hanandjoeddin, setengahnya untuk pengembangan terminal. Sisanya untuk fasilitas lainnya seperti penebalan runway," paparnya.(*)

Pengembangan juga akan dilakukan Angkasa Pura II di Bandara Fatmawati Soekarno dengan total investasi Rp622,6 miliar.

"Investasi itu disiapkan untuk pembangunan terminal baru dalam dua tahap guna mengantisipasi pergerakan 5,6 juta penumpang dalam 30 tahun mendatang," katanya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya berharap agar Angkasa Pura II dapat mempertahankan profesionalitas dalam pengelolaan bandara yang diserahkan pengelolaannya oleh pemerintah.

"Keprofesionalitasan harus ditunjukkan karena di sini kita bisa menunjukkan kepada khalayak bahwa proses yang diminta oleh Pak Presiden ini tepat dan mendatangkan kemanfaatan," jelas Menhub. (*)
×
Berita Terbaru Update