Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wamena Rusuh, 16 Warga Tewas, Sejumlah Bangunan Dibakar

Selasa, 24 September 2019 | 23:01 WIB Last Updated 2019-09-24T16:01:02Z
Bangunan dibakar massa.

Jakarta, fajarharapan.com Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua rusuh. Sedikitnya 16 warga sipil dinyatakan tewas. Warga pendatang mengungsi ke kantor polisi dan TNI, karena merasa terancam.

“Sementara lagi didata. Dapat dilaporkan 16 orang meninggal warga masyarakat,” ujar Kapendam Cenderawasih, Letkol Cpl Eko Daryanto saat dihubungi, Senin (23/9).

Sebelumnya polisi menyebut tujuh orang anggota polisi terluka dalam kerusuhan tersebut. Mereka terluka akibat penyerangan dengan panah.

“Ya 7 orang luka-luka. Dia pakai panah busur,” ujar Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya saat dihubungi wartawan.

Kerusuhan bermula dari bentrok antara massa PGRI dengan pelajar Yayasan Yapis yang menolak ikut demonstrasi. Dari sini massa PGRI—yang belakangan diketahui disusupi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berseragam SMA—melakukan tindakan anarkistis.

Para perusuh, dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu menurut Tonny menyusup dengan menggunakan seragam SMA ke kelompok pelajar PGRI. Mereka membakar sejumlah bangunan termasuk kantor bupati di Wamena.

“Kelompok ini mau bikin lagi (rusuh), nyerang malam hari. Mereka kan anarkis. Kita sempat baku tembak sama KKB, sempat dia tembak-tembak di Jalan Irian,” sambungnya dikutip detikcom.

Kondisi di Wamena sudah berhasil dikendalikan aparat gabungan TNI-Polri. Saat ini aparat membantu evakuasi warga yang memilih mengungsi.

Tonny menyebut aparat gabungan sempat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Diduga kerusuhan ini sengaja diciptakan untuk menunjukkan kondisi terkini ke pihak luar.

“Dia mau kasih tunjuk ini loh Papua rusuh. Tadi kita sempat baku tembak sama KKB. Kita lagi evakuasi, mereka tembakin,” sebut Tonny.

Selain itu warga pendatang di Wamena mengungsi ke kantor polisi-TNI. Mereka mengungsi karena terancam pasca rusuh di Wamena.
“Sekarang warga pendatang mengungsi semua di Kodim, Koramil, Polres. Mereka pendatang sudah diancam, kasihan pendatang-pendatang ini, sudah kami lakukan upaya kemanusiaan (mengevakuasi ke pengungsian),” kata Kapolres Tonny Ananda Swadaya.

Selain di Wamena, kerusuhan terjadi di Expo Waena, Jayapura. Massa dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menyerang aparat saat dipulangkan dari aula Universitas Cenderawasih (Uncen).

Mereka mendadak menyerang aparat setibanya di Expo Waena. Satu prajurit TNI bernama Praka Zulkifli gugur karena luka bacokan. Sedangkan enam anggota Brimob terluka dan kini dirawat di RS Bhayangkara.

Dimulai karena Hoax
Presiden Joko Widodo mengatakan kerusuhan di Wamena tersebut terjadi karena adanya hoax. “Isu anarkis ini dimulai dan berkembang karena hoax,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Namun, Jokowi tak menjelaskan hoax yang dimaksud. Ia pun meminta semua masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu yang tidak benar. Sebab, hal itu akan mengganggu stabilitas keamanan dan politik.
Saya minta masyarakat setiap mendengar, setiap lihat di medsos, kroscek dahulu, jangan langsung dipercaya karena itu akan ganggu stabilitas keamanan dan politik. Jangan sampai fasum itu dirusak karena itu milik kita semua. Jangan sampai ada kerusakan akibat anarkis,” tuturnya dikutip detikcom.(*)
×
Berita Terbaru Update