Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Turunkan Foto Jokowi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Sabtu, 28 September 2019 | 23:22 WIB Last Updated 2019-09-28T16:22:05Z
Inilah ribuan mahasiswa demo mahasiswa di kantor DPRD Sumbar.

Padang, fajarharapan.com - Satu mahasiswa yang melakukan demo di Gedung DPRD Sumbar, diamankan polisi. Diamankannya mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut karena menurunkan foto Presiden Joko Widodo saat mela kukan aksi.

Mahasiswa itu Tafkirul Ikhlas. Dia diamankan di kediamannya di Komplek Pemda Padang Sarai, Koto Tangah, Kamis (26/9) sekitar pukul 06.00.

“Ya, kita sudah amankan, setelah mengumpulkan seluruh dokumentasi petugas yang ada di lokasi kejadian,” kata Direktur Reskrim Umum Polda Sumbar, Kombes Onny Trimurti Nugroho.

Onny mengatakan, sebelum diamankan, pihaknya sudah menerima laporan dari perwakilan DPRD Sum bar, dengan atas nama Ulil Amran.

“Perwakilan DPRD Sumbar sudah melaporkan, atas dugaan perusakan yang dilakukan peserta demo di sana,” ujar Onny sebagaimana dikutip topsatu.com.

Dikatakan, setelah meng amankan satu pelaku penurunan foto presiden di Gedung DPRD, pihaknya juga telah mengumpulkan identitas pelaku pengrusakan fasilitas dan pencoretan dinding gedung DPRD. 

“Untuk mengungkap kasus ini, kita sudah bentuk tim gabungan, yang terdiri dari Polresta Padang dan Polda Sumbar. Kita juga telah kumpulkan dokumentasi seperti foto dan rekaman kamera CCTV gedung tersebut,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga telah mengantongi identitas pelaku pengrusakan berdasarkan hasil dokumentasi dan rekaman kamera CCTV Gedung DPRD Sumbar.

“Seluruh identitas pelaku sudah kita kantongi, saat ini tim bergerak untuk menangkap seluruh pelaku. Untuk jumlah pelaku, belum bisa kita kalkulasikan,” ujarnya.

Sementara itu, dari pengakuan pelaku penurunan foto presiden kepada petugas, pihaknya melakukan aksi tersebut, spontanitas dan mengakui perbuatannya.

“Dia mengakui perbuatannya. Kita masih mendalami kasus ini, untuk itu kita belum bisa pastikan apakah ada aktor intelektual ataupun yang menyuruh pelaku, untuk melakukan aksi tersebut,” kata dia.

Terakhir Onny mengatakan, untuk pelaku pengrusakan fasilitas dan pencoretan Gedung DPRD pihaknya akan menjerat pasal 170 KUHP.

“Seluruh pelaku perusakan ini kita jerat dengan pasal 170 KUHP, dengan ancaman diatas lima tahun penjara. Kita akan dalami dan kembangkan kasus ini,” tutupnya.(*)
×
Berita Terbaru Update