Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

TIDAR Nilai Ada Muatan Politis Dalam Kasus Wabup Pessel

Sabtu, 21 September 2019 | 23:25 WIB Last Updated 2019-09-21T16:25:01Z
TIDAR Pesisir Selatan usai jumpa pers di Kantor DPC Gerindra, Painan, Sabtu (22/9).

Pessel, Fajarharapan.com - Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Kabupaten Peisir Selatan menilai, kasus penetapan Wakil Bupati Rusma Yul Anwar tersangka, diduga murni bermuatan politik.

Ketua TIDAR, Alber, menyampaikan, upaya politisasi itu terkesan sebagai pembunuhan karakter jelang pilkada serentak 2020. Untuk itu, pihaknya bakal melakukan investigasi terkait upaya politisasi tersebut.

"Apalagi, Rusma Yul Anwar merupakan salah satu kandidat yang diunggulkan. Beliau juga kader terbaik," ungkapnya dalam jumpa pers di Kantor DPC Gerindra Pesisir Selatan, Painan, Sabtu (22/9).

Kendati demikian, ia menambahkan, dirinya juga menghormati jalanya proses hukum. Meski demikian, ia bersama timnya tetap akan menyelidiki dan mencari tahu jika adanya muatan politis dan unsur permainan di belakangnya.

“Saya menduga kuat ada permainan di belakang kasus ini, namun saat ini kita berusaha memecahkan  dan mencari siapa – siapa orang yang berupaya menjatuhkan nama baik Wabub Rusma Yul Anwar”, papar Alber.

Selanjutnya, melalui media ini Alber menyampaikan agar yang terlibat dalam skema persoalan ini untuk dapat berpolitiklah dengan cerdas dan berintegritas.

"Berpolitiklah secara cerdas dan dewasa. Dengan upaya upaya pembunuhan karakter terhadap Wabub Rusma Yul Anwar yang dilakukan segelintir orang selama ini, terkesan menunjukan rasa takut kalah bersaing oleh Wabub dalam pilkada Pessel mendatang”, tukas Alber.

Kemudian, Alber berharap Bupati Pesisir Selatan dapat memberikan pembelaan dan dukungan moril kepada Wakilnya Rusma Yul Anwar.

“Alangkah baiknya bila Bupati Pessel memberikan dukungan moril pada wakilnya. Dukungan itu secara politis akan membuat masyarakat tidak pecah belah. Karena, Yul Anwar juga memiliki basis massa pendukung yang banyak. Maka dari itu, kami berharap keharmonisan antara bupati dengan wakilnya dapat terjalin dan dilihat publik”, tandasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua PAC Kecamatan Koto XI Tarusan, Zul, juga menilai kentalnya kriminalisasi dalam kasus tersebut. Kentalnya aroma politis itu mengingat, mencuatnya kasus Rusma Yul Anwar jelang Pilkada 2020.
Karenanya, ia siap memberikan dukungan penuh pada Rusma Yul Anwar. "Jadi, memang kental aroma politiknya. Bahkan, ini terkesan direncanakan," tuturnya.

Sementara. Ketua PAC Gerindra Batang Kapas, Harianto menegaskan siap di barisan terdepan jika terjadi penzaliman terhadap Rusma Yul Anwar.

Sedangkan Ketua PAC Kecamatan Bayang, Edo Saputra, menegaskan tidak akan tinggal diam dalam persoalan tersebut. Ia meminta, agar seluruh kader untuk merapatkan barisan membela ketua partai.

"Dengan semangat kepartaian, kami tidak akan lengah," tutupnya.

Seperti diketahui, penyidik Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar sebagai tersangka.

Rusma ditetapkan tersangka dalam kasus perusakan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh. 

Rusma dianggap ikut bertanggungjawab atas kerusakan ekosistem laut dalam pengelolaan lahan di Mandeh.(tsf)
×
Berita Terbaru Update