Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sebanyak 5 Warga Pessel Jadi Korban Kerusuhan Papua

Selasa, 24 September 2019 | 06:53 WIB Last Updated 2019-09-24T12:53:46Z
Kerusuhan di Wawena Papua.

Pessel, Fajarharapan.com - Sebanyak 5 warga Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar m turut menjadi korban aksi kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

Dari kelima korban itu, empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan yang 1 orang lainnya kini masih dirawat di RSUD Wamena, Jaya Wijaya dalam kondisi kritis.

"Ya, benar. Mereka warga kami, asal Kampung Cupak Lakitan" ungkap Wali Nagari Lakitan Utara, Afrizal ketika ditanyai FajarSumbar.com di Painan, Selasa (24/9).

Kelima korban itu antara lain Safrianto K (36), Jafriantoni (24), Hendra Eka Putra (22), dan istri Safrianto K, Putri (29) dan anaknya Riski (3,5) yang merupakan satu keluarga.

Safrianto K, Jafriantoni dan Hendra Eka Putra, merupakan bersaudara kandung meninggal bersama anaknya Riski. Sementara Putri istri dari Safrianto K dalam keadaan kritis.

Peristiwa nahas itu bermula ketika terjadi situasi mulai memanas. Pagi itu, Senin 23 September ia sekitar pukul 09.00 WIB ia langsung menutup tokonya.
Namun, pengunjuk rasa dengan serta merta langsung membakar tokonya. Malang, empat diantaranya terjebak. Sedangkan Putri sempat melompat lewat jendela.

"Tapi apa daya, pengunjuk rasa ternyata tidak puas sampai di situ. Ia terluka karena sabetan benda tajam," terang wali nagari.

Menurut Afrizal, saat ini pihaknya sudah malaporkan kondisi tersebut ke pemerintah daerah. Laporan dalam bentuk surat resmi yang ditujukan langsung pada bupati.

Sementara, pihak keluarga jenazah korban bisa dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halaman, meski kabarnya dengan kondisi tidak bisa dikenali lagi.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Papua Irjen. Rudolf A. Rodja menyampaikan, aksi demonstrasi di Wamena, Jayawijaya karena adanya isu hoax.

Seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis, sehingga sebagai bentuk solidaritas warga melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa pagi tadi.

Namun setelah dikonfirmasi, isu tersebut ternyata tidak benar. Guru itu mengaku tidak pernah mengeluarkan isu rasis seperti yang disampaikan. (tsf)
×
Berita Terbaru Update