Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ribuan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumbar, Kaca Dipecah, Kursi Anggota Dewan Dibakar

Kamis, 26 September 2019 | 06:26 WIB Last Updated 2019-09-26T13:27:25Z
Ribuan mahasiswa padati lingkungan DPRD Sumbar di Padang, Rabu (25/9). Ribuan mahasiswa dari berbagai unversitas menduduki kantor dewan sekaligus menyampaikan tuntutan mereka. Salah satunya menolak sejumlah RUU yang akan disahkan DPR. (gvo)

Padang, fajarharapan.com - Ribuan massa demo kepung gedung DPRD Sumbar, Rabu (25/9). Massa berdemo menuntut pembatalan sejumlah revisi Undang Undang, di antaranya KUHP dan KPK. 

Massa sebagian besar terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas/perguruan tinggi. Demo yang berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga senja hari itu awalnya berlangsung damai berakhir ricuh. Massa mengacak-acak gedung tersebut. 

Ada pintu kaca yang dipecahkan, semua ruangan yang tidak sempat dikunci tak luput dari pengrusakan oleh massa.

Ruang rapat paripurna adalah salah satu yang dirusak. Kaca-kaca meja dipecah, gedung dicoret, kursi dan meja porak-poranda, dinding-dinding dicorat coret. Bahkan salah satu kursi di ruang rapat paripurna sempat dibakar hingga kemudian sempat dipadamkan sebelum api merambat ke benda lain. Beberapa benda juga dibakar di lantai tertinggi gedung DPRD atau di area peruntukan shelter gempa.

Ruang lain yang juga mengalami kerusakan paling parah adalah perpustakaan DPRD dimana beberapa komputer dibanting ke lantai. Selain juga banyak kaca-kaca lainnya dipecah di banyak ruangan lain. Termasuk kaca-kaca jendela. Massa juga membakar sejumlah barang bekas di pelataran halaman DPRD.

Kericuhan terjadi dari sekitar pukul 14.00 dan berlangsung hingga kurang lebih 2 jam hingga pukul 16.00. Selama dua jam tersebut terlihat segerombolan massa demo bergiliran memasuki gedung DPRD dan bergerilya dari ruangan satu ke ruangan lainnya dan melakukan pengrusakan.
Belum dipastikan berapa jumlah kerugian yang disebabkan pengrusakan pada aksi demo tersebut. Namun sudah dipastikan akan diperlukan banyak perbaikan.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumbar, Raflis mengatakan akan segera melakukan pendataan pada pagi hari, Kamis (26/9).

Secara kronologis dalam aksi demo tersebut, pada pagi hari aparat kepolisian sudah datang bersiaga sebelum massa demo datang. Jumlah mereka terdiri dari kurang lebih 650 personil yang terdiri dari aparat Poltabes Padang dan Polda Sumbar. Jumlah tersebut disiagakan karena laporan yang diterima kepolisian bahwa aksi demo akan dilaksanakan oleh kurang lebih 500 orang. Namun ternyata jumlah yang datang sekitar ribuan orang.

Massa demo datang mulai dari sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya berjumlah ratusan orang. Namun seiring waktu terus bertambah. Jumlah yang sangat banyak, hingga halaman dan pelataran parkir pun tidak bisa menampung jumlah para pendemo. Sisa pendemo yang datang belakang pun melimpah hingga ke badan jalan di ruas jalan Khatib Sulaiman.

“Sejak dari Tahun 1998 tidak pernah lagi DPRD Sumbar menerima aksi demo dengan jumlah massa yang sebanyak ini. Hari ini, demo dengan massa terbanyak sejak tahun1998. Apalagi sampai ada pengrusakan. Se-isi gedung DPRD sudah porak poranda dirusak,” ujar Raflis.(sgl)
×
Berita Terbaru Update