Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pascakerusuhan di Wamena, Perantau Minang Masih di Pengungsian

Senin, 30 September 2019 | 11:19 WIB Last Updated 2019-09-30T12:20:24Z
Wagub Sumbar Nasrul Abit berdialog dengan perantau Minang yang berada di pengungsian di Wamena.

Padang, fajarharapan.com Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mendatangi sejumlah pos pengungsian perantau Minang yang berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Minggu pagi (29/9). Satu diantaranya di markas Komando Distrik Militer Wamena.

Dari pantauan Nasrul Abit, pascakerusuhan di daerah tersebut meski kondisi berangsur kondusif, namun saat ini belum ada pergerakan ekonomi di Wamena. Kondisi ini menyusul, lumpuhnya objek-objek vital.

Kunjungan mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini, guna memastikan kondisi terkini dan data perantau Minang yang berada di Wamena, pasca meletusnya kerusuhan.

Selain itu, untuk menyampaikan kepedulian warga dan pemerintah Sumatera Barat, terkait  persoalan tersebut. Masyarakat merasa terobati dengan kehadiran Wagub yang datang melihat langsung ke Wamena.

“Saya datang ke Wamena ini, guna memastikan kondisi masyarakat Minang yang ada disini. Sekaligus ingin mengetahui berapa jumlah masyarakat Minang di Wamena,” sebut Nasrul Abit, dari Wamena via selulernya.

Semua pihak, sebutnya ikut melakukan upaya keras untuk melindungi dan mencari solusi konkrit bagi warga asal Sumbar yang bertahan di sana.
Bagi perantau yang ingin ke Jayapura, Wagub sudah mengkoordinasikan dengan Danlanud Silas Papare Jayapura untuk dapat membawa para perantau ke Jayapura menggunakan pesawat Hercules TNI AU.

“Bagi yang ingin sementara waktu keluar dari Wamena, Pemerintah Provinsi mengupayakan itu,” tambahnya.

Lebih lanjut Nasrul Abit, terkait dengan keamanan dan kenyamanan baik untuk masyarakat Minang di Wamena, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya dan Dandim setempat.

“Kita sudah koordinasi  keamanan dan kenyamanan, warga kita yang ada disini (Wamena),”ujar Nasrul Abit sebagaimana dikutip topsatu.com.

Saya juga minta kepada semua, untuk dapat saling menjaga kerukunan. Bila semua rukun, damai dan hidup saling berdampingan dan menghargai kedudukan satu sama lain, tentu tidak akan terjadi konflik. Kita semua bersaudara, dibawah bingkai NKRI,” kata Nasrul Abit.(yse)
×
Berita Terbaru Update