Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Korban Meninggal Gempa Ambon Jadi 20 Orang

Sabtu, 28 September 2019 | 20:19 WIB Last Updated 2019-09-28T13:19:00Z
Rumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019).(kompas.com)

Jakarta, fajarharapan.com - Gempa bumi yang mengguncang Ambon pada Kamis (26/9/2019) pagi menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai ratusan lainnya. Tidak hanya itu saja, setidaknya 2.000 orang mengungsi akibat gempa Ambon tersebut. 

Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo mengatakan data korban tersebut merupakan perkembangan kondisi terkini hingga pukul 18.00 WIB. "Total korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak 20 orang," ujarnya melalui rilis yang media, Kamis (26/9/2019). 

Data yang dihimpun BNPB menyebutkan, korban-korban ini berasal dari beberapa wilayah. Perinciannya 3 orang meninggal dunia di Batu Kuda Tial, 1 orang di Lembah Agro, 6 orang di Desa Liang, 3 orang di Desa Waai, 3 orang di Desa Waisamu, Kabupaten Seram Bagian Barat, 2 orang belum diketahui lokasinya dan 2 orang lainnya belum teridentifikasi. 

"Pengungsi diperkirakan kurang lebih 2.000 jiwa," katanya. Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan korban luka, di antaranya 6 korban luka ringan di Kampung Iha Desa Liang, sekitar 100 orang di Desa Liang, dan 1 orang luka berat di Desa Waisama, Kabupaten Seram bagian barat. 

Selain itu, tower lonceng Gereja Silo, Kota Ambon mengalami kerusakan dan sejumlah bangunan juga dilaporkan rusak. Berikut datanya: 1. Dusun Tanah Merah, Negeri Liang (Kabupaten Malteng) 20 unit rumah rusak sedang 8 unit rumah rusak berat 1 buah bengkel 2. 
Kampung Iha, Desa Liang (Kabupaten Malteng) 25 unit rumah rusak sedang hingga berat (sementara proses identifikasi) 1 unit masjid rusak ringan pagar masjid rusak berat 3 ruang belajar Sekolah MTs mengalami rusak ringan 1 unit MCK rusak ringan 3. 

Dusun Waihula , Desa Liang (Kabupaten Malteng) 7 unit rumah rusak total 5 unit rumah rusak sedang Agus menambahkan, kerusakan ini belum termasuk kerusakan rumah di Dusun Wainuru, Desa Liang, Kabupaten Malteng dan Dusun Tanah Merah, Negeri Liang, Kabupaten Malteng. 
"Saat ini yang dibutuhkan pengungsi yakni terpal/tenda pengungsi, makanan dan minuman, makanan bayi, obat-obatan hingga pampers untuk bayi," kata dia. Sebelumnya, sebanyak 69 gempa susulan tercatat terjadi setelah gempa Ambon. 

Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Akhmad Taufan Maulana mengatakan, banyaknya gempa susulan tersebut tercatat dari gempa pertama terjadi hingga pukul 15.00 WIT. 

Dari total gempa susulan tersebut, terdata sebanyak 16 gempa terasa di Kairatu, Ambon, Masohi, dan Banda. "Gempa susulan atau aftershocks dengan magnitude terbesar 5,6," kata Taufan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/9/2019). (*)
×
Berita Terbaru Update